Notes.
WorksExpertiseExperience
All Notes

Folders

HSI
Notes
HSI
Pengagungan Terhadap Ilmu
Pengagungan Terhadap Ilmu Bagian 3

Pengagungan Terhadap Ilmu Bagian 3

G
Ghifari
2026-06-07•2 min read
🎙️Speaker: Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A حفظه لله تعالى

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang ke-3 dari Muqaddimah Halaqah Silsilah ‘Ilmiyyah adalah tentang Pengagungan Terhadap Ilmu Bagian yang Ketiga

Diantara bentuk pengagungan terhadap ilmu adalah:

9. Sabar Dalam Menuntut Ilmu dan Menyampaikan Ilmu

Menghafal membutuhkan kesabaran, memahami membutuhkan kesabaran, menghadiri majelis ilmu membutuhkan kesabaran, demikian pula menjaga hak seorang guru membutuhkan kesabaran.

Berkata Yahya Ibnu Abi Katsir rahimahullah:

لا يُسْتَطَاعُ العِلْمُ بِرَاحَةِ الجِسْمِ

"Tidak didapatkan ilmu dengan badan yang berleha-leha"

Demikian pula menyampaikan dan mengajarkan ilmu perlu kesabaran, duduk bersama dengan para penuntut ilmu perlu kesabaran, memahamkan mereka perlu kesabaran, demikian pula menghadapi kesalahan-kesalahan mereka perlu kesabaran.

10. Memperhatikan Adab-Adab Ilmu

Ilmu yang bermanfaat didapatkan diantaranya dengan memperhatikan adab, dan adab disini mencakup adab terhadap diri dalam pelajaran, adab terhadap guru, teman, dan lain-lain.

Orang yang beradab didalam ilmu berarti dia mengagungkan ilmu, maka dia dipandang sebagai seorang yang berhak untuk mendapatkan ilmu tersebut. Adapun orang yang tidak beradab, maka dikhawatirkan ilmu akan sia-sia bila disampaikan kepadanya.

Berkata Ibnu Sirin rahimahullah:

كَانُوا يَتَعَلَّمُونَ الْهَدْيَ كَمَا يَتَعَلَّمُونَ الْعِلْمَ

"Dahulu mereka mempelajari adab, sebagaimana mereka mempelajari ilmu"

Bahkan sebagian salaf mendahulukan mempelajari adab sebelum mempelajari ilmu, dan banyak diantara penuntut ilmu yang tidak mendapatkan ilmu karena dia menyia-nyikan adab.

11. Menjaga Ilmu Dari Apa Yang Menjelekkannya

Hendaknya seorang penuntut ilmu menjaga wibawanya, karena apabila dia melakukan sesuatu yang merusak wibawanya sebagai seorang penuntut ilmu berarti dia telah merendahkan ilmu, seperti:

  • Terlalu banyak menoleh di jalan
  • Berteman akrab dengan orang-orang fasik
  • Dan hal-hal lain yang merusak wibawa (muru'ah)

12. Memilih Teman Yang Shalih

Seorang penuntut ilmu perlu teman yang membantu untuk mendapatkan ilmu dan bersungguh-sungguh, sedangkan teman yang tidak baik akan memberi pengaruh yang tidak baik pula.

Rasulullāh ﷺ bersabda:

الرَّجُلُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ

"Seseorang berada di atas agama teman akrabnya, maka hendaklah salah seorang di antara kalian melihat dengan siapa dia berteman akrab" (Hadits Hasan, HR Abu Daud dan At-Tirmidzi)

Demikian yang kita sampaikan pada halaqah kali ini, dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

← Previous NotePengagungan Terhadap Ilmu Bagian 2Next Note →Pengagungan Terhadap Ilmu Bagian 4

End of Note

Barakallahu feekum...

Back to list