Notes.
WorksExpertiseExperience
All Notes

Folders

HSI
Notes
HSI
Belajar Tauhid
Halaqah 20 – Riya’

Halaqah 20 – Riya’

G
Ghifari
2026-06-07•2 min read
🎙️Speaker: Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A حفظه الله تعالى

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang ke-20 dari Silsilah Ilmiyyah Belajar Tauhid adalah tentang “Riya’”

Ayyuhal Ikhwah, riya’ adalah seseorang mengamalkan sebuah ibadah bukan karena ingin pahala dari Allâh ﷻ akan tetapi ingin dilihat manusia dan dipuji. Riya’ hukumnya haram dan dia termasuk syirik kecil yang samar yang tidak mengeluarkan seseorang dari islam.

Riya’ adalah diantara sebab tidak diterimanya amal ibadah seseorang bagaimanapun besar amalan tersebut. Rasulullâh ﷺ bersabda:

قَالَ اللهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى: أَنَا أَغْنَى الشُّرَكَاءِ عَنِ الشِّرْكِ، مَنْ عَمِلَ عَمَلًا أَشْرَكَ فِيهِ مَعِي غَيْرِي، تَرَكْتُهُ وَشِرْكَهُ

Allah berfirman: “Aku adalah Dzat yang paling tidak butuh dengan syirik, barang siapa yang mengamalkan sebuah amalan, dia menyekutukan Aku bersama yang lain didalam amalan tersebut maka Aku akan meninggalkannya dan juga kesyrikannya.” (HR. Muslim No. 2985)

Sebagian Ulama berpendapat bahwa syirik yang kecil tidak ada harapan untuk diampuni oleh Allâh ﷻ. Artinya dia harus diadzab supaya bersih dari dosa riya’ tersebut. Berbeda dengan dosa besar yang berada di bawah kehendak Allâh ﷻ yang kalau Allâh ﷻ menghendaki maka akan diampuni langsung dan kalau Allâh ﷻ menghendaki maka mereka akan diadzab. Mereka berdalil dengan keumuman ayat:

إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik dan mengampuni dosa yang lain bagi siapa yang dikehendaki.” (An-Nisa: 48)

Tahukah kita, siapa orang yang pertama kali nanti akan dinyalakan api neraka dengan mereka? Mereka bukanlah preman-preman di jalan atau pembunuh yang kejam, tapi mereka justru adalah orang-orang yang beramal sholeh.

Mereka adalah orang yang mengajarkan al-Qur’an supaya dikatakan sebagai seorang qari’ (seorang yang suka membaca, seorang yang mahir membaca), dan juga orang yang berinfaq supaya dikatakan dermawan, dan berjihad supaya dikatakan sebagai pemberani. Beramal bukan karena Allâh ﷻ, sebagaimana hal ini telah dikabarkan oleh Nabi ﷺ di dalam hadits yang shahih yang diriwayatkan oleh At-Tirmidzi.

Oleh karena itu saudara sekalian..

Ikhlaslah di dalam beramal, dan ikhlas adalah barang yang sangat berharga. Para salaf kita merekapun merasakan beratnya memperbaiki hati mereka. Dan hanya kepada Allâh ﷻ kita meminta keikhlasan di dalam beramal. Menjauhkan kita dari riya’, sum’ah, ujub, dan berbagai penyakit hati. Dan marilah kita biasakan untuk menyembunyikan amal kita kecuali kalau memang ada maslahat yang lebih kuat.

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah yang ke-20 ini. Dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

Wabillâhi taufiq wal hidayah

والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

← Previous NoteHalaqah 19 – Bersumpah Dengan Selain Nama Allâh ﷻNext Note →Halaqah 21 – Cinta Kepada Allāh ﷻ

End of Note

Barakallahu feekum...

Back to list